Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

apa saja Isi Renstra dan Pedoman Pengembangan Pariwisata Halal

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Pariwisata Halal adalah seperangkat layanan tambahan atau disebut extended services pada Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas yang ditujukan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman, kebutuhan dan keinginan wisatawan muslim. Itulah pengertian dasar mengenai apa yang disebut dan dimaksud dengan wisata halal. Anang Sutono, KetuaTim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Kemenpar, memaparkan Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Pengembangan Pariwisata Halal 2019-2024 pada satu Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, kemarin 25/6/2019. FGD itu diikuti boleh dikatakan lengkap dari berbagai unsur stakeholders pariwisata, termasuk dari Bank Indonesia yang belakangan ini memberi perhatian banyak dan terlibat dalam berbagai kegiatan terkait pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan KH Makruf Amin, keduanya Ketua Pembina Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, juga datang memberikan sambutan dan arahan.

Kemenpar juga sudah mempersiapkan draft rancangan Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal yang dibahas pada forum Pra konvensi penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal pada hari dan tempat yang sama. Draft pedoman itu dipersiapkan oleh Deputi bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan di Kemenpar.

Menurut Anang Sutono, sekitar satu bulan kemudian akan dilaksanakan Konvensinya dan diharapkan dilahirkanlah Renstra dan Pedoman tersebut.  Anang  mengutip data dari Crescent Rating, badan pemeringkat berbasis di Singapura yang menggambarkan 25 juta tercatat wisatawan muslim di dunia di tahun 2000 tapi meluncur meningkat cepat sekali, menjadi 98 juta tahun 2010, dan menjadi 140 juta tahun 2018. Tahun depan 2020 dipeerkirakan menjadi 160 juta wisman dan sudah diproyeksikan tahun 2026 menjadi 230 juta wisman muslim. Walaupun tak dinyatakan eksplisit namun dimaklumi wisman muslim dimaksudkan sebagai pasar wisata halal.

Digambarkannya bagaimana wisata halal di Indonesia telah menjadi salah satu pusat perhatian dari banyak kalangan sehingga diharapkan pada periode 2019-2014, dengan terlengkapinya ada Renstra Pengembangan Wisata Halal dan Pedoman Penyelenggaraan Wisata Halal, bisnis wisata halal di Indonesia akan bisa meluncur cepat. Bank indonesia (BI) misalnya, diungkapkannya,  melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariahnya  (DEKS) BI pada tahun 2019 telah mendedikasikan sebuah program khusus yang mendukung pariwisata halal sebagai penyumbangan devisa dan penjaga stabilitas mata uang.

Dalam draft renstra Pariwisata Halal yang dipaparkannya, disebut antara lain kondisi di Indonesia saat Ini (2019) dan target yang hendak dicapai di tahun 2024. Targetnya ialah wisman muslim  (wisata halal) akan berjumlah 7,5 juta wisman. Tahun 2019 saat ini diperkirakan jumlah wisman muslim (wisata halal) yang masuk ke Indonesia berkisar 4,5 juta wisman.

Visi yang diusung dalam Renstra itu berbunyi: “Indonesia menjadi negara tujuan pariwisata halal kelas dunia”, demikian Anang Sutono.

      Ada top 10 program prioritas pengembangan pariwisata halal diuraikan dalam Renstra. Yaitu: Halal  Tourism Regulation & Institution; Sertifikasi dan Standarisasi; Daya Tarik dan Paket Wisata Halal; Marketing Outreach; Muslim Visitor Guide; Research and Development; Monitoring dan Evaluasi IMTI: Monitoring dan Evaluasi DSRA; Penguatan Pemahaman Pariwisata Halal, dan Digital Information System.

Respond For " apa saja Isi Renstra dan Pedoman Pengembangan Pariwisata Halal "